Pondok Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan

gedung-ypam2
gedung-ypam2

Pondok Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan – Pendidikan sangatlah penting  bagi manusia sebagai suatu sistem serta cara untuk meningkatkan kualitas hidup dalam segala bidang. Sistem dan metode pendidikan dalam masyarakat berbeda-beda sesuai dengan budaya masing-msing dan taraf kehidupannya. Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Keberadaannya sangat berperan sebagai lembaga pendidikan yang berwarna khas dalam wajah masyarakat pedesaan sebagai lingkungan pesantren. Dan di era seperti sekarang ini, dengan perkembangan teknologi yang telah begitu pesat, pesantren harus selalu berproses agar dapat menuju ke arah yang lebih baik dengan meningkatkan kualitasnya.

Pesantren sejak awal berdirinya di Indonesia telah menjadi suatu kebutuhan bagi kaum muslimin. Pada dasarnya pesantren adalah sebuah asrama pendidikan Islam tradisional di mana para siswanya menetap bersama guru yang disebut kyai. Dalam kompleks itu terdapat juga sarana peribadahan seperti masjid. Jadi dapat dikatakan bahwa pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan tradisional Islam untuk mempelajari, memahami, mendalami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam dengan menekankan pentingnya moral keagamaan sebagai pedoman perilaku sehari-hari.

Pesantren mempunyai peran dan fungsi sebagai tempat pengenalan serta pemahaman agama Islam dan juga sebagai pusat penyebaran agama Islam. Pesantren menjadi salah satu bagian transformasi kultural yang berjalan dalam jangka waktu yang relatif panjang. Dan pesantren sebagai titik awal dari transformasi maka dengan sendirinya berkembang menjadi alternatif terbaik bagi kehidupan. Pesantren menjadi pilihan ideal karena sesuai dengan kultur agama di Indonesia. Pesantren telah menjadi bagian dari sistem kehidupan sebagian masyarakat umat Islam di Indonesia dan telah menjadi dinamika dan juga perubahan dari masa ke masa sesuai dengan perkembangan zamannya.

Seperti halnya yang dikatakan oleh Snouck Hurgronje dengan pernyataannya :

“Islam tradisional di Jawa yang kelihatannya begitu statis dan begitu kuat terbelenggu oleh pemikiran-pemikiran ulama di abad pertengahan, sebenarnya juga telah mengalami perubahan-perubahan yang sangat fundamental, tetapi perubahan-perubahan tersebut demikian bertahap, rumit dan tertutup. Itulah sebabnya bagi para pengamat yang tidak kenal dengan pola pikiran Islam, maka perubahan-perubahan tersebut tidak akan bisa dilihat, walaupun sebenarnya terjadi di depan mata sendiri, kecuali bagi mereka yang mengamatinya secara seksama.”

Sudah dapat dipastikan bahwa eksistensi pesantren terjadi karena pesantren mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat tanpa meninggalkan tradisi lama yang sudah mengakar di pesantren selama bertahun-tahun dan dianggap masih relevan dan baik.

Pesantren yang pada awalnya hanya dianggap sebagai lembaga pendidikan yang digunakan untuk penyebaran agama dan tempat mempelajari agama Islam akan tetapi dalam perkembangannya pesantren mampu menggabungkan antara sistem pendidikan formal ala madrasah atau sekolah umum lainnya dengan sistem pendidikan pesantren tanpa memisahkan kelas-kelas atau area untuk kedua sistem pendidikan yang berbeda ini.

Dan pada perkembangan selanjutnya pesantren telah membuktikan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan Islam yang mumpuni yaitu di dalamnya didirikan sekolah baik secara formal maupun non formal. Dan saat ini pesantren telah memakai sistem pendidikan lainnya seperti mitodologo ilmiyah modern, semakin berorientasi pada pendidikan dan fungsional yang artinya terbuka pada perkembangan di luar, disferifikasi program dan kegiatan makin terbuka dan ketergantungan absolut dengan kyai dan sekaligus dapat membekali para santri denga  berbagai pengetahuan di luar mata pelajaran agama maupun ketrampilan yang diperlukan.

Pesantren telah mampu hidup di tengah-tengah masyarakat yang mengalami berbagai perubahan.Jadi peran pesantren dalam globalisasi budaya dapat diyakini adanya akan tetapi kerjasama dengan pihak luas pesantren juga sangat diperlukan. Peranan pesantren sebagai lembaga pendidikan diperlukan keberadaannya sebagai pembentukan akhlak dan moral anak bangsa yang Islami. Pesantren juga telah menjadi lembaga pendidikan yang membentuk generasi Indonesia yang religius, membentuk karakter muslim yang mencintai Islam, berkomitmen penuh pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI ), bertoleransi dalam keberagaman, menghargai kemajemukan dan selalu menebarkan perdamaian.

acara-keagamaan-al-masoem
acara-keagamaan-al-masoem

 

wisuda-al-masoem
wisuda-al-masoem

 

Yayasan Pendidikan Al Ma’soem

Jl.Raya Cipacing No.22

Jatinangor – Sumedang

Telp : ( 022 ) 7798204 – 7798243 – 7792448

email : info[at]masoem.id

website : http://almaosem.sch.id

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s